Ada yang bilang, punya lebih dari satu ID di dunia alter itu berlebihan. Ada juga yang menganggap itu tanda ketidakstabilan, tanda tidak tahu diri. Tapi pernahkah kita mencoba melihatnya dari sisi lain? Dari sisi yang lebih manusiawi, lebih dalam, dan lebih penuh pengertian?

Bayangkan ini: Peter Parker. Kita semua mengenalnya sebagai Spider-Man. Tapi dalam banyak versi, dalam semesta lain, Peter bukan hanya si manusia laba-laba. Dia juga Ben Reilly, Scarlet Spider, Spider-Noir, bahkan Spider-Carnage. Setiap identitas itu punya cerita sendiri. Latar sendiri. Luka sendiri. Tapi semuanya tetap Peter, bukan?

Dunia alter, khususnya di platform seperti Twitter atau Telegram, telah menjadi ruang aman bagi banyak orang untuk menjadi versi lain dari dirinya. Dalam ruang itu, seseorang bisa memiliki lebih dari satu ID alter. Dan setiap ID itu bukan sekadar topeng. Ia adalah versi hidup dari bagian dalam diri seseorang—yang mungkin tidak pernah bisa diberi tempat di dunia nyata.

Identitas dalam Fragmen

Seseorang yang aktif di dunia alter bisa sangat berbeda dalam tiap ID-nya. Di satu ID, ia bisa menjadi pribadi yang hangat dan romantis. Di ID lain, ia tampil nyeleneh, keras, atau mungkin misterius dan melankolis. Satu tubuh, satu pikiran, tapi banyak wajah.

Ini bukan kepalsuan. Ini adalah fragmentasi jiwa yang sadar akan batasan dunia. Kadang seseorang tidak bisa menyalurkan semua versinya hanya dalam satu identitas. Sama seperti Peter Parker yang tidak bisa selalu muncul sebagai Spider-Man. Kadang dunia membutuhkan Peter yang hanya seorang pemuda biasa. Kadang Peter sendiri butuh waktu untuk tidak menjadi pahlawan. Ia butuh menjadi manusia.

Ketidakhadiran yang Bermakna

Pernahkah kamu merasa bahwa kamu sedang lelah menjadi satu versi dari dirimu? Bahwa ID alter yang biasanya kamu pakai terasa berat? Lalu kamu berpindah ke ID lain yang terasa lebih ringan, lebih aman, atau justru lebih jujur?

Itu bukan bentuk pelarian. Itu adalah bentuk penyelamatan diri.

Peter Parker juga mengalami hal itu. Ada kalanya ia tidak bisa memakai kostum Spider-Man karena luka. Bukan hanya luka fisik, tapi luka batin. Ada saat-saat di mana dia merasa tidak pantas lagi menjadi pahlawan. Saat seperti itu, Peter menjadi Peter—seseorang yang terluka, rapuh, dan butuh waktu sendiri.

Multiverse Emosional

Setiap ID alter adalah semesta kecil. Masing-masing bisa memiliki kisah cinta, lingkaran pertemanan, gaya bahasa, hingga trauma yang berbeda. Sama seperti multiverse dalam dunia Marvel, di mana satu versi Peter bisa jadi jahat, satunya penyendiri, satunya lagi kekanakan. Tapi semua adalah bagian dari satu inti yang sama: Peter Parker.

Begitu pula dengan kita. Kita punya versi yang genit dan centil. Versi yang serius dan pemikir. Versi yang dominan dan dingin. Dan semua itu valid. Semua itu hidup karena satu hal: karena tidak semuanya bisa diungkapkan dalam satu ruang, dalam satu waktu, atau di hadapan satu orang.

Ketidakkonsistenan yang Manusiawi

Seringkali, orang luar akan melihat seseorang dengan banyak ID alter sebagai membingungkan, bahkan mencurigakan. Mereka lupa, bahwa manusia memang kompleks. Bahwa menjadi konsisten di dunia yang menuntut terlalu banyak bisa jadi mustahil. Ketidakkonsistenan itu bukan kebohongan. Ia adalah ekspresi dari kerumitan batin yang tidak pernah selesai.

Peter Parker tidak pernah sepenuhnya konsisten. Dia mencintai, dia berbohong, dia menyembunyikan diri, dia menyelamatkan orang, tapi kadang juga gagal menyelamatkan dirinya sendiri. Dan kita pun begitu.

Mengapa Ini Penting

Mengenali bahwa diri kita bisa hadir dalam banyak versi bukan hanya bentuk kejujuran, tapi juga bentuk kekuatan. Dunia tidak selalu memberi ruang untuk sisi lain kita. Kadang kita hanya bisa menjadi versi yang “diterima” oleh keluarga, lingkungan kerja, atau pasangan. Maka dunia alter menjadi tempat bagi sisi-sisi lain yang tidak kalah penting, tidak kalah nyata.

Bukan hal aneh jika kita berpindah-pindah ID alter. Sama seperti Peter berpindah dari satu peran ke peran lain, dari satu semesta ke semesta lain. Dalam setiap perjalanan itu, ia tetap Peter. Sama seperti kamu, yang dalam setiap ID alter-mu, tetap membawa inti jiwamu yang utuh.

Penutup

Dengan memiliki banyak identitas di dunia alter, kamu tidak sedang menjadi palsu. Kamu sedang menjelajahi bagian-bagian dari dirimu yang tidak mendapat tempat di dunia nyata. Kamu sedang menyelamatkan dirimu sendiri, dengan cara yang mungkin tidak semua orang mengerti—dan tidak semua orang harus mengerti.

Peter Parker pernah berkata, “With great power comes great responsibility.” Tapi kamu tidak selalu harus kuat. Kadang, kamu hanya perlu jujur. Dan jujur tidak harus satu wajah saja.

Dalam dunia alter, kamu adalah semestamu sendiri. Dan itu bukan kelemahan. Itu adalah bentuk bertahan hidup yang paling berani.

Avatar photo

By Vica

Big Sis with a Dirty Mind & a Soft Spot. Versi remaja dari Via yang masih naif dan dalam proses belajar mengenai kehidupan.